Ketika Pintuku Diketuk
Pintu yang sebelumnya tertutup rapat dan selalu sunyi akan ketukan, kini mulai tersentuh suara ketukan baru, ketukan kali ini lebih m...
Pintu
yang sebelumnya tertutup rapat dan selalu sunyi akan ketukan, kini mulai
tersentuh suara ketukan baru, ketukan kali ini lebih merdu dari ketukan-ketukan
sebelumnya, sepertinya ini sosok baru. Berbagai pertanyaan muncul dalam benak
ketika itu. Siapa sosok dibalik pintu itu ? alasan apa yang membuatnya mengetuk
? mengapa suara ketukan yang ia hasilkan begitu merdu ?. Dengan semangat dan
rasa penasaran yang besar buru-buru ku langkahkan kakiku menuju pintu, ku gapai
gagang pintu dengan perlahan berharap sosok yang selalu hadir dalam bunga
tidurku menjadi kenyataan.
Setelah
pintu terbuka, pandanganku bermula dari ujung kakinya, naik perlahan dan
pandanganku seketika terhenti tepat di dua buah bola mata yang binarnya mampu
membuatku berdiri kaku untuk waktu yang lama, bahkan bulu matapun lupa untuk
bertemu. Indah ? tidak... ini lebih dari kata indah !
Kemudian dia melambaikan tangannya depan wajahku memberi
tanda bahwa ternyata sudah lama saya memandangnya dengan serius. Saat itu saya
merasakan seperti berada dalam dimensi mimpi karena sosoknya sangat sama nyaris
mirip dengan pangeran tidurku. Sebelum saya persilahkan
dia masuk ada beberapa pertanyaan yang saya lontarkan kepadanya. Siapa yang
menyuruhmu kemari ? “kemauanku yang menyuruh” jawabya. Apa yang kau bawa kemari
? “saya hanya membawa diri dan tawaran kebahagiaan untukmu” jawabnya lagi.
Dengan sengaja kubuat
diriku seanggun mungkin untuk mempersilahkan dia sebagai sosok baru masuk
kedalam kehidupanku yang kusebut “rumah”. Terima kasih sudah mau mengetuk pintuku,
terima kasih sudah menjadi penghuni rumahku dan terima kasih untuk tawaran
kebahagiaan untukku.by Mukarramah Amri

Post a Comment: